10/20/2011

Metode Sampling Plankton

>> subject: Biologi Laut<<

Metode Sampling Plankton (Biota Melayang Di Perairan)

1.      Deskripsi Plankton
Plankton adalah mikroorganisme yang ditemui hidup melayang di perairan, mempunyai gerak sedikit sehingga mudah terbawa arus, artinya biota ini tidak dapat melawan arus. Mikroorganisme ini baik dari segi jumlah dan jenisnya sangat banyak dan beraneka ragam serta sangat padat. Selanjutnya diketahui bahwa plankton merupakan salah satu komponen utama dalam sistem mata rantai makanan (food chain) dan jaring makanan (food web). Mereka menjadi pakan bagi sejumlah konsumen dalam sistem mata rantai dan jaring makanan tersebut.
Keberadaan plankton sangat mempengaruhi kehidupan di perairan karena memegang peranan penting sebagai makanan bagi berbagai organisme laut. Pada awalnya penelitian plankton di laut hanya untuk memenuhi rasa ingin tau para peneliti akan aneka jenis biota tersebut, namun pada masa kini plankton sudah dianggap sebagai salah satu unsur penting dalam ekosistem bahari, baik positif maupun negatif bila dilihat melalui kacamata manusia. Berubahnya fungsi perairan sering diakibatkan oleh adanya perubahan struktur dan nilai kuantitatif plankton. Perubahan ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang berasal dari alam maupun dari aktivitas manusia seperti adanya peningkatan yang signifikan dari konsentrasi unsur hara secara sporadis. Dengan demikian, hal ini dapat menimbulkan peningkatan nilai kuantitatif plankton melampaui batas normal yang dapat ditolerir oleh organisme hidup lainnya.
Berdasarkan habitatnya plankton ditemui hidup di perairan, baik di sungai, danau, waduk, maupun di perairan payau dan laut. Plankton ini ada yang dapat bergerak aktif sendiri seperti satwa atau hewan dan disebut dengan Plankton Hewani (Zooplankton), dan ada juga plankton yang dapat melakukan asimilasi (Fotosintesis) seperti tumbuhan di darat, kelompok ini disebut dengan Plankton Nabati (Fitoplankton).
Organisme planktonik ini biasanya ditangkap menggunakan jaring, berdasarkan ukuran mata jaring, fitoplankton digolongkan berdasarkan ukuran, yaitu megaplankton ialah plankton lebih besar dari 0,2 mm; yang berukuran 0,2 mm - 2,0 mm digolongkan makroplankton; dan mikroplankton ialah plankton yang berukuran 20 ...m-0,2 mm. Adapun plankton yang tidak dapat ditangkap dengan jaring tetapi dengan filter milipor adalah nanoplankton ialah plankton sangat kecil yang berukuran 2 ...m-20 ...m dan ultraplankton, yaitu plankton yang berukuran lebih kecil dari 2 ...m.
Fitoplankton adalah mikroorganisme nabati yang hidup melayang di dalam air, relatif tidak mempunyai daya gerak sehingga keberadaannya dipengaruhi oleh gerakan air, serta mampu berfotosintesis. Kemempuan fitoplankton melakukan fotosintesis karena sel tubuhnya mengandung klorofil. Klorofil berfungsi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik dengan bantuan sinar matahari. Zat organik yang dihasilkan dipergunakan untuk kebutuhan dirinya sendiri dan untuk kebutuhan organisme air lainnya (Davis, 1995).
Fitoplankton dapat ditemukan diseluruh massa air mulai dari permukaan sampai pada kedalaman di mana intensitas cahaya matahari masih memungkinkan untuk digunakan dalam proses fotosintesis (zona eufotik) merupakan komponen flora yang paling besar peranannya sebagai produsen primer di perairan (Toha, 1991).
Salah satu sifat khas fitoplankton adalah dapat berkembang secara berlipat ganda dalam jangka waktu yang relatif singkat, tumbuh dengan kerapatan tinggi, melimpah, dan terhampar luas (Nontji, 1974). Menurut Praseno dan Adnan (1984), kelimpahan fitoplankton yang terkandung di dalam air laut akan menentukan kesuburan suatu perairan. Oleh karena itu, fitoplankton dapat digunakan sebagai jenis bio-indikator dari kondisi lingkungan perairan.
Penggunaan fitoplankton sebagai indikator kualitas lingkungan perairan dapat dipakai dengan mengetahui keseragaman jenisnya yang disebut juga keheterogenan jenis. Komunitas dikatakan mempunyai keseragaman jenis tinggi, jika kelimpahan masing-masing jenis tinggi, sebaliknya keanekaragaman jenis rendah jika hanya terdapat beberapa jenis yang melimpah.
Setiap jenis fitoplankton berbeda reaksi fisiologis dan tingkah lakunya terhadap perubahan kualitas lingkungan. Pencemaran lingkungan berpengaruh terhadap stabilitas dan stuktur ekosistem. Menurut Mit (dalam Park 1980), pencemaran merupakan kerusakan akibat akumulasi buangan yang dilakukan manusia, baik buangan yang berguna maupun tidak berguna.
Fungsi fitoplankton di perairan sebagai makanan bagi zooplankton dan beberapa jenis ikan serta larva biota yang masih muda, mengubah zat anorganik menjadi organik dan mengoksigenasi air (Wardiatno, 1990). Nutrien anorganik diabsorpsi menjadi nutrien organik melalui proses fotosintesis. Nutrien organik merupakan energi yang siap dimanfaatkan bagi pertumbuhan dan perkembangan dirinya sendiri maupun sebagai persediaan makanan bagi biota lain yang berada pada jenjang yang lebih atas. Fitoplankton berfungsi sebagai produsen utama karena merupakan biota awal yang menyerap energi sinar matahari (Odum, 1971).
Pertumbuhan fitoplankton yang tinggi tidak hanya selalu menguntungkan bagi kondisi perairan, tetapi dapat menyebabkan ledakan populasi fitoplankton (blooming), yang ditandai dengan warna menjadi merah, merah-coklat atau dari biru atau biru hijau menjadi merah kecoklatan, dapat menghasilkan zat racun yang membahayakan bagi perairan, fenomena ini biasa disebut red tide (Nontji, 1993 dalam Romimohtarto dan Juwana, 2001).
Keberadaan fitoplankton di suatu perairan juga dipengaruhi oleh faktor fisika, kimia, dan biologi perairan di daerah tersebut (Odum, 1971). Perkembangan fitoplankton sangat ditentukan oleh intensitas sinar matahari, temperatur, unsur hara, dan tipe komunitas fitoplankton (Goldman dan Horne, 1983). Dalam suatu penelitian, fitoplankton sering dijumpai perbedaan baik jenis maupun jumlahnya pada daerah yang berdekatan, meskipun berasal dari massa air yang sama. Pada perairan sering didapatkan kandungan fitoplankton yang sangat melimpah, namum pada suatu stasiun di dekatnya kandungan fitoplankton sangat sedikit (Davis, 1995). Selanjutnya ditambahkan bahwa beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kelimpahan dan penyebaran fitoplankton antara lain angin, unsur hara, kedalaman perairan dan aktivitas pemangsaan (Fachrul, 1991).
Kebanyakan fitoplankton termasuk golongan alga. Diperkirakan ada 30.000 jenis alga yang tumbuh di bumi. Alga fitoplankton selain mempunyai klorofil juga mempunyai berbagai pigmen tambahan yang dapat menutupi klorofil. Kandungan pigmen yang mencolok tersebutlah yang menjadi dasar utama klasifikasi alga (Tjitrosoma, 1986).
Dalam perkembangan studi plankton, diketahui bahwa eksistensi plankton (fito dan zooplankton) dan perairan membantu para peneliti dalam menentukan kualitas perairan dari suatu ekosistem. Pendekatan tersebut dapat ditempuh melalui studi kualitatif dengan mengetahui stuktur komunitas fitoplankton serta kelimpahan (biomassa), kandungan klorofil maupun produktivitasnya, tipe suatu perairan dapat ditentukan dalam kategori eutrofik, mesotrofik, atau oligotrofik.
Fitoplankton di dalam ekosistem perairan merupakan kelompok produsen dalam sistem mata rantai makanan. Mereka dapat melakukan aktivitas hidupnya sendiri dengan memanfaatkan cahaya matahari. Adapun plankton hewani (zooplankton) harus melakukan aktivitas makanan untuk mempertahankan eksistensinya.
Zooplankton yang hidup di laut sangat beraneka ragam, yang terdiri atas berbagai bentuk larva dan bentuk dewasa yang dimiliki hampir seluruh filum hewan. Namun yang paling menonjol adalah Crustacea planktonik. Apabila ditinjau dari aspek ekologis, Crustacea yang paling penting adalah Copepoda (Nybakken, 1988).
Selanjutnya diketahui bahwa zooplankton menempati posisi penting dalam rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan di perairan. Adanya pemanasan global, dapat diketahui bahwa beberapa populasi zooplankton telah mengalami gangguan. Oleh karena itu, dengan mengetahui keadaan plankton di perairan seluruh dunia, para peneliti berharap dapat mengukur pula pengaruh pemenasan global terhadap kehidupan laut.
Keberadaan zooplankton ini dipengaruhi oleh adanya fitoplankton yang terdapat di suatu perairan. Di dalam penelitian perairan, plankton (fito dan zooplankton) dapat menentukan kualitas suatu perairan tersebut. Pengumpulan sampel dapat dilakukan dengan metode yang terdiri atas pengumpulan sampel, pengawetan, pencacahan, dan analisis statistik.

2.      Pengambilan dan Pencacahan Sampel
Plankton umumnya berukuran kecil, jumlahnya di perairan relarif sangat, apalagi di laut bebas. Oleh karena itu, pengambilan sampel plankton harus dilakukan dengan alat yang dapat menyaring air sedemikian rupa sehingga plankton yang tersaring cukup jumlahnya untuk dianalisis. Untuk keperluan ini, alat khusus yang biasa digunakan adalah jaring plankton atau plankton net. Setiap mata jaring yang digunakan ukurannya (mesh-size) harus berbeda, tergantung dari plankton yang akan dikumpulkan, apakah itu fitoplankton atau zooplankton. Jika yang diinginkan fitoplankton, maka ukuran mata jaring harus kecil, demikian sebaliknya untuk zooplankton.
Untuk penyeragaman alat dan metode sampling, para peneliti umumnya menggunakan jaring Kitahara yang dimodifikasi, yaitu jaring berbentuk kerucut, diameter mulut 0,30 m, panjang 1,0 m, dan lebar mata jaring 0,08mm. Pengambilan sampel di perairan dangkal (< 10 m) dilakukan secara horizontal dengan menarik jaring selama 5 menit di bawah permukaan air. Di perairan laut yang relatif dalam (> 200 m), pengambilan fitoplankton hanya dibatasi mulai dari kedalaman 150 m ke atas sampai 0 m (permukaan laut).

Labels:

0 Comments:


Read this first before proceeding, cause it's important.
So this is how i roll, mate.
1. You don't spam on my comment section.
2. You don't ask for something under my property (for example, codes or photos).
3. You don't come and object all the shits i said in my posts, cause it's MY opinion and thinking.
4. You don't bitch around like you do on other websites.
5. Last of all, be nice. Cause i will give you twice whatever you give to me.

Post a Comment