10/23/2011

Anatomi Sistem Saraf pada Plathyelminthes (Planaria sp.)

>> Subject: Animal Anatomy <<

SISTEM SARAF INVERTEBRATA
Anatomi Sistem Saraf pada Plathyelminthes (Planaria sp.)

Meskipun terdapat kesamaan fungsi sel-sel saraf di seluruh kingdom hewan, terdapat keragaman yang sangat besar dalam hal organisasi sistem saraf. Beberapa hewan bahkan tidak mempunyai sel yang dikhususkan untuk penghantaran impuls. Sebagian besar hewan mempunyai neuron dan sistem saraf. Secara struktural, sistem saraf paling sederhana ditemukan pada beberapa Cnidaria yang mempunyai jaring saraf (nerve net), yaitu sistem saraf yang bercabang di seluruh tubuh.
Sebagian besar hewan adalah simetris bilateral dan mempunyai sistem saraf yang diatur secara bilateral dengan unsur tepi dan unsur pusat. Berkolerasi dengan simetri bilateral dan radial, hewan-hewan itu juga menunjukkan sefalisasi (chepalization) hingga derajat tertentu, yaitu pemusatan organ pengambilan makanan, sensor, dan struktur neuron pada ujung anterior (kepala), yaitu bagain tubuh yang paling mungkin melakukan kontak pertama dengan makanan atau stimulus ancaman. Pada sebagian kasus, otak di kepala dan satu atau lebih tali saraf membentuk sistem saraf pusat. Tali saraf (nerve cord) adalah seberkas saraf tebal yang umumnya menjulur dari otak secara longitudinal melalui tubuh. Tali saraf merupakan jalan utama impuls saraf yang melewati otak dan sistem saraf tepi. Tali saraf mengandung badan sel-sel saraf  yang mengintegrasikan informasi sensoris dan memformulasikan sinyal perintah ke efektor. Otak berkembang dari pembesaran anteror tali saraf.
Cacing pipih mewakili salah satu garis keturunan filogenetik yang paling tua yang anggotanya mempunyai sistem saraf pusat (SSP) yang jelas, yang terdiri atas otak kecildan dua atau lebih tali saraf longitudinal. Sebagian besar invertebrata memeperlihatkan derajat sentralisasi dan sefalisasi sistem saraf yang lebih besar.

Anatomi Sistem Saraf pada Plathyelminthes (Planaria sp.)
Terdapat sekitar 20.000 spesies cacing pipih yang hidup di habitat air laut, air tawar dan daratan yang lembab. Selain memiliki banyak bentuk yang hidup bebas, cacing pipih meliputi banyak juga spesies parasit, seperti cacing pipih dan cacing pita. Cacing pipih disebut demikian karena tubuhnya tipis di antara permukaan dorsal dan ventral (yang pipih secara dorsoventral; plathyelmint artinya “cacing pipih”). Ukurannya berkisar antara spesies hidup bebas yang mikroskopis hingga cacing pita yang panjangnya lebih dari 20m.
Lapisan embrionik ketiga, mesoderm, memberikan sumbangan kepada perkembangan organ yang lebih kompleks dan sistem organ, dan jaringan otot sejati. Dengan demikian, cacing pipih secara struktural lebih kompleks dibandingkan dengan hewan Cnidaria atau Ctenophora. Namun demikian, sama dengan hewan radiata, cacing pipih meiliki satu rongga gastrovaskuler dengan hanya satu bukaan (cacaing pita sama sekali tidak memiliki keseluruhan saluran pencernaan dan menyerap nutrient melalui permukaan tubuhnya.
Cacing pipih terbagi menjadi empat kelas, salah satunya adalah kelas Turbellaria (yang sebagian besar adalah cacing pipih yang hidup bebas). Hampir semua Turbellaria hidup bebas (bukan parasit) dan sebagian besar adalah hewan laut. Anggota genus Dugesia, yang umumnya dikenal sebagai planaria, berlimpah dalam kolam dan aliran sungai yang tidak terpolusi. Planaria adalah karnivora yang memangsa hewan yang lebih kecil atau memakan hewan-hewan yang sudah mati.
Gambar 1: Seekor cacing pipih kelas Turbellaria, terutama terdiri atas cacing pipih yang hidup bebas di laut.

Hewan Invertebrata yang simetri tubuhnya bilateral (dibagi dua menurut sumbu tumbuh, sama besar) cenderung memiliki sitem saraf yang tersusun secara bilateral. Sebagian besar hewan tersebut memiliki sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas “otak” di kepala dan tali saraf. Otak hewan Invertebrata disebut juga dengan istilah ”ganglion serebral” (ganglion kepala). Hal ini dikarenakan ganglion kepala hanya merupakan kumpulan sel-sel saraf yang terletak di bagian kepala/anterior tubuh. Tali saraf tersebut merupakan kumpulan saraf yang membentuk ikatan yang tebal dan berasal dari ganglion kepala kemudian memanjang di sepanjang tubuh hewan. Tali saraf ini dapat berjumlah satu ataupun lebih.
Cacing pipih (Planaria) misalnya, merupakan contoh hewan yang memiliki sistem saraf pusat dan sitem saraf tepi. Sistem saraf pusat cacing pipih terdiri atas otak kecil yang terdiri atas dua belahan terletak di daerah kepala dan dua tali saraf yang memanjang di sepanjang tubuhnya. Sistem saraf tepi terdiri atas saraf-saraf yang tersusun secara transversal (melintang) yang menghubungkan tali saraf dengan saraf-saraf yang lebih kecil yang terletak tersebar di semua bagian tubuh. Adanya saraf-saraf yang tersusun secara transversal tersebut menyebabkan sistem saraf pada cacing pipih berbentuk seperti tangga dan disebut dengan istilah sistem saraf tangga tali.
Seekor Planaria memiliki kepala (tersefalisasi) dengan sepasang bintik mata yang mendeteksi cahaya dan penjuluran lateral yang berfungsi terutama untuk penciuman. Sistem saraf planaria lebih kompleks dan lebih terpusat dibandingkan dengan sistem jaringan saraf hewan Cnidaria. Planaria dapat belajar memodifikasi responnya terhadap stimuli.
Gambar 2: Sistem saraf pada Planaria

Sistem saraf pada Planaria (kelas Turbellaria) ini merupakan sistem saraf yang paling primitif di antara sistem saraf berbagai jenis cacing lainnya. Sel-sel saraf dan serabut saraf terdapat dalam jaringan parenkima. Pusat susunan saraf terdiri dari sel-sel ganglion yang dikenal sebagai ganglion otak. Ganglion otak jumlahnya sepasang, terdapat dibagian anterior tubuhnya atau pada bagian kepala. Ganglion otak dihubungkan oleh serabut saraf melintang. Dari tiap-tiap ganglion otak keluar tali saraf sisi yang memanjang di kiri kanan tubuhnya. Pada tempat-tempat tertentu, tali saraf sisi atau tali saraf longitudinal ini dihubungkan oleh serabut saraf sehingga membentuk pola menyerupai tangga yang terbuat dari tali. Sehingga sistem saraf yang demikian dinamakan sistem saraf “tangga tali”.
Gambar 3: Sistem saraf tangga tali pada Planaria. Planaria, seekor cacing pipih, mempunyai sistem saraf yang bersimetris bilateral. Sistem saraf pusatnya adalah otak kecil yang dihubungkan dengan dua tali saraf yang longitudinal. Sistem saraf tepinya meliputi sistem saraf transversal yang mirip tangga yang menghubungkan tali saraf dengan juluran saraf yang lebih kecil di sepanjang tubuh.

Pada Turbellaria sederhana yakni Planaria ini, sistem sarafnya mirip dengan sistem saraf Coelenterata, yakni berupa sistem saraf difus (tersebar) yang berbentuk jala. Pada Turbellaria yang sedikit lebih tinggi tingkatannya, sel-sel saraf (neuron) terorganisasi menjadi tipe sel saraf sensori, motor, dan asosiasi. Sel-sel sensori adalah sel saraf pembawa langsung dari indera ke otak. Sel saraf motor adalah sel saraf pembawa langsung dari otak ke efektor (otot kelenjar), sedangkan sel saraf asosiasi merupakan sel saraf perantara.
Gambar 4: Planarian Nervous System (A) Major components of complete nervous system. (B) closer view of anterior portion. (C) planarian eyespot (left side)
ps: just click on the image to view full size:)
~Ann~

Labels:

0 Comments:


Read this first before proceeding, cause it's important.
So this is how i roll, mate.
1. You don't spam on my comment section.
2. You don't ask for something under my property (for example, codes or photos).
3. You don't come and object all the shits i said in my posts, cause it's MY opinion and thinking.
4. You don't bitch around like you do on other websites.
5. Last of all, be nice. Cause i will give you twice whatever you give to me.

Post a Comment