7/27/2011

Pertumbuhan Sekunder Pada Batang

>> Subject: Plant Anatomy <<

Sebagian besar tumbuhan berpembuluh mengalami pertumbuhan sekunder, yang meningkatkan diameter dan panjangnya. Pertumbuhan sekunder diakibatkan oleh aktivitas meristem lateral yang menambah ukuran diameter dengan menghasilkan jaringan pembuluh sekunder dan periderm. Tubuh sekunder tumbuhan (secondary plant body) terdiri dari jaringan yang dihasilkan selama pertumbuhan sekunder diameter. Dua meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder yaitu: kambium pembuluhvascular cambium), yang menghasilkan xilem sekunder (kayu) dan floem, serta kambium gabus (cork cambium), yang menghasilkan suatu penutup keras dan tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar. Pertumbuhan sekunder terjadi pada semua gymnospermae. Pada angiospermae, pertumbuhan sekunder berlangsung pada sebagian besar spesies dikotil tetapi jarang pada spesies monokotil. (
Figure 1: Perbandingan Batang pada Tumbuhan

Pertumbuhan Sekunder Batang: Kambium Pembuluh dan Pembentukan jaringan Pembuluh Sekunder.
Kambium pembuluh adalah suatu silinder yang tersusun dari sel-sel meristematik yang membentuk jaringan pembuluh sekunder. Akumulasi jaringan pembuluh sekunder ini selama bertahun-tahun, bertanggung jawab atas sebagian besar pertambahan diameter tumbuhan berkayu (lihat Gambar.2). Kambium pembuluh menghasilkan xilem sekunder ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar. Sejalan dengan waktu, diameter pohon bertambah besar seiring dengan meningkatnya diameter silinder kambium pembuluh, yang membentuk lapisan jaringan sekunder secara suksesif, dengan diameter yang lebih besar dibandingkan dengan diameter sebelumnya.
Penting sekali kita memahami bahwa pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder terajdi secara bersamaan pada bagian batang yang berbeda-beda. Pada saat meristem apikal sedang memanjangkan batang dengan cara menghasilkan jaringan primer, temasuk xylem dan floem primer dalam bentuk berkas pembuluh, pertumbuhan sekkunder mulai semakin jauh di bawah tunas. Pertambahan jaringan pembuluh sekunder menyebabkan pertumbuhan sekunder mengubah bentuk bagian yang lebih tua pada suatu batang.
Figure 2. Lokasi Meristem Utama pada Tumbuhan

Setelah meristem apikal memperpanjang suatu tunas, bagaimana tubuh primer tumbuhan tunas muda tersebut membuat perubahan dari pertumbuhan primer ke pertumbuhan sekunder? Hal ini disebabkan cambium pembuluh terbentuk dari sel-sel parenkima yang mampu merubah sel-sel itu menjadi meristematik kembali. Meritem ini terbentuk dalam suatu lapisan antara xylem primer dan floem primer dari masing-masing berkas pembuluh dan dalam lempengan jaringan dasar di antara verkas. Pita-pita meristematik di dalam berkas dan lempengan pembuluh menyatu membentuk cambium pembuluh sebagai suatu silinder kontinu yang tersusun dari sel-sel yang membelah di sekitar xylem primer dan empulur batang. 
Figure 3. Pertumbuhan Sekunder pada Batang

Silinder kambium vaskuler nampak seperti suatu cincin dalam sayatan melintang. Jika kita melacak disekitar cincin itu, terdapat daerah sel-sel cambium yang saling bergantian yang disebut inisial lempengan dan inisial fusiformis. Inisial lempengan (nay initial) adalah sel-sel cambium yang menghasilkan sel-sel sel-sel parenkima yang berbaris melingkar yang dikenal sebagai lempengan xylem dan lempengan floem. Lempengan ini memisahkan lapisan jaringan vaskuler sekunder yang berbentuk irisan. Lempengan jaringan xylem dan floem, yang sebagian besar terdiri dari parenkima, berfungsi sebagai sarana sistem transport radial air dan nutrient di dalam suatu batang berkayu serta untuk penyimpanan pati dan cadangan makanan lainnya. Sel-sel kambium di dalam berkas vaskuler adalah inisial fusiformis (fusiform initial), suatu nama yang mengacu pada bentuk sel-sel ini, yang memiliki ujung yang runcing (fusiform) dan memanjang di sepanjang sumbu batang. Inisial fusiformis menghasilkan jaringan vaskuler baru yang membentuk xilem sekunder ke arah dalam kambium vaskuler dan floem sekunder ke arah luar.
Sementara pertumbuhan sekunder berjalan terus-menerus selama bertahun-tahun, lapisan demi lapisan xilem sekunder akan terakumulasi membentuk kayu. Kayu sebagian besar terdiri dari trakeid, unsur pembuluh (pada angiospermae), dan serat. Sel-sel ini, mati pada kematangan fungsional dan memiliki dinding tebal berlignin yang memberikan memberikan kekerasan dan kekuatan pada kayu. Pada daerah beriklim sedang, pertumbuhan sekunder pada tumbuhan perennial berhenti setiap tahun karena cambium vaskuler mengalami dormansi selama musim dingin (lihat Gambar.4). Ketika pertumbuhan sekunder dimulai lagi pada musim semi, trakeid dan unsure pembuluh yang pertama kali berkembang pada umumnya memiliki diameter yang reltif besar dengan dinding yang tipis jika dibandingkan dengan xylem sekunder yang dibentuk kemudian di musim panas. Dengan demikian, dapatlah dibedakan antara kayu musim semi dengan kayu musim panas. 
Struktur kayu musim semi akan memaksimalkan pengiriman air ke daun-daun baru yang sedang melebar selama awal musim tumbuh. Meskipun aktivitas xylem untuk mengangkut air pada kayu musim panas tidak setinggi kayu musim semi, namun xylem lebih banyak memberikan dukungan fisik pada pohon dibandingkan dengan yang diberikan oleh floem. Lingkaran pertumbuhanan tahunan yang terlihat jelas dalam potongan melintang pada sebagian besar batang pohon di daerah beriklim sedang

Figure 4. Morfologi Sebuah Cabang Musim Dingin

dihasilkan oleh aktivitas tahunan cambium vaskuler, yaitu dormansi cambium, produksi kayu musim semi, dan produksi kayu musim panas. Lingkaran yang terbentuk antara pertumbuhan satu tahun dan pertumbuhan tahun berikutnya umumnya sangat jelas, kadang-kadang memungkinkan kita menaksir umur sebuah pohon dengan cara menghitung lingkaran tahunannya.
Floem sekunder, yang berada di sebelah luar cambium vaskuler, tidak berakumulasi selebar xylem sekunder selama bertahun-tahun. Sementara diameter pohon bertambah besar, floem sekunder yang lebih tua (yang paling luar), dan semua jaringan yang berada di luarnya, berkembang menjadi kulit, yang akhirnya mengelupas dan lepas dari batang pohon itu.

Kambium Gabus dan Produksi Periderm.
Selama pertumbuhan sekunder, epidermis yang dihasilkan oleh pertumbuhan primer akan mengelupas, kering, dan jatuh dari batang. Kulit itu akan digantikan oleh jaringan pelindung baru yang dihasilkan oleh kambium gabus, yaitu suatu silinder jaringan meristematik yang pertama terbentuk di korteks bagian luar batang. Kambium gabus menghasilkan sel-sel gabus, yang terakumulasi ke arah luar kambium gabus. Setelah sel-sel gabus itu dewasa, mereka menyimpan suatu bahan berlilin yang disebut suberin di dindingnya dan kemudian mati. Jaringan gabus itu berfungsi sebagai penghalang yang membantu melindungi batang dari kerusakan fisik dan dari patogen. Karena gabus mengandung lilin, ia akan menghalangi hilangnya air dari batang. Lapisan gabus bersama-sama dengan kambium gabus membentuk periderm. Periderm adalah lapisan pelindung tubuh tumbuhan sekunder yang menggantikan epidermis dari tubuh primernya. Istilah kulit kayu (bark), yang lebih umum dibandingkan dengan periderm, mengacu pada semua jaringan yang berada di luar kambium vaskuler. Dengan demikian, menuju ke arah luar, kulit kayu terdiri dari floem, kambium gabus, dan gabus. Dengan kata lain, kulit adalah floem yang ditambah dengan periderm.

Figure 5. Anatomi Batang Sebuah Pohon
Berbeda dari kambium vaskuler, yang diameternya bertambah besar, cambium gabus asli adalah sebuah silinder dengan ukuran yang tetap. Setelah beberapa minggu membentuk gabus, cambium gabus akan kehilangan aktivitas meristematiknya, dan sel-selnya yang masih tersisa akan berdiferensiasi menjadi gabus. Pembesaran batang akan memecahkan periderm semula. Bagaimana cambium gabus diperbaharui untuk mengimbangi pertumbuhan sekunder yang terus berlangsung itu? Cambium gabus baru akan terbentuk semakin lama semakin dalam pada korteks. Akhirnya, tidak ada korteks yang tersisa, dan kambium gabus akan berkembang dari sel parenkima pada floem sekunder.
Hanya floem sekunder termuda, yang berada di sebelah dalam kambium gabus, yang berfungsi dalam transport gula. Floem sekunder yang lebih tua, yang berada diluar cambium  gabus akan mati dan membantu melindungi batang  sampai cambium gabus mengelupas dan lepas sebagai bagian dari kulit selama musim pertumbuhan sekunder berikutnya. Daerah berspons pada kulit yang disebut lentisel (lenticel) memungkinkan sel-sel tetap hidup di dalam batang melalui pertukaran gas dengan udara luar untuk keperluan respirasi seluler. Hasil pertumbuhan batang sekunder selama bertahun-tahun dapat di lihat pada sebuah batang dari pohon tua dalam potongan melintang.



written by: Annuurunnisa
put the link above as credit if you're goin to take this.. thanks ^^

Labels:

0 Comments:


Read this first before proceeding, cause it's important.
So this is how i roll, mate.
1. You don't spam on my comment section.
2. You don't ask for something under my property (for example, codes or photos).
3. You don't come and object all the shits i said in my posts, cause it's MY opinion and thinking.
4. You don't bitch around like you do on other websites.
5. Last of all, be nice. Cause i will give you twice whatever you give to me.

Post a Comment